ternak jangkrik
Peternak jangkrik

Cara Ternak Jangkrik Untuk Pemula Agar Cepat Sukses

Posted on

Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk menjadikan lahan di pedesaan berkurang yang akibat oleh pembangunan perumahan. Kondisi ini tentu sangat berdampak pada ketersediaan pakan burung terutama jangkrik.  Mengatasi hal tersebut, maka diperlukan keahlian khusus agar dapat memenuhi permintaan pakan burung tersebut. Oleh karenanya dibutuhkan pembahasan secara rinci mengenai cara ternak jangkrik supaya bisa dipahami oleh peternak pemula.

Selain disebabkan karena pembangunan perumahan, penggunaan peptisida pada lahan pertanian juga menjadi penyebab berkurangnya pupolasi jangkrik. Penangkapan jangkrik di alam pun menjadi faktor yang yang menjadikan keberadan jangkrik semakin langka. Situasi seperti inilah yang menjadikan permintan jangkrik semakin meningkat. Meningkatnya permintaan jangkrik tersebut membuat budidaya jangkrik menjadi sebuah peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Maka tidak heran jika banyak peternak berusaha membudidayakan jangkrik dengan intensif. Karena mereka tahu bahwa memelihara ternak jangkrik memerlukan waktu yang sangat singkat.

Cara Ternak Jangkrik

Berdasarkan uraian di atas, kali ini Kami akan membahas cara ternak jangrik untuk pemula. Tentunya, apa yang kami sampaikan disini sudah kami rangkum dari beberapa peternak jangkrik yang sudah sukses. Langsung saja, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan saat budidaya jangkrik, antara lain:

Pemilihan Lokasi Budidaya Jangkrik

Budidaya hewan apapun jenisnya yang harus kalian lakukan sebagai poin utama ialah pemilihan lokasi, termasuk ternak jangkrik. Hal ini dikarenakan jika salah memilih lokasi, tentu ternak yang kalian pelihara tidak akan merasa nyaman. Bayangkan saja apabila kalian dipindah di daerah kutub, sedangkan tempat yang kalian inginkan adalah daerah tropis. Kalian tidak akan betah bukan?. Begitupun dengan jangkrik.

Saat memilih lokasi untuk budidaya jangkrik, kalian harus menyesuaikan dengan alam aslinya atau habitat asalnya. Sesuai dengan yang sudah disebutkan di atas bahwa jangkrik sangat suka pada suasana yang sepi. Oleh sebab itu, pilihlah lokasi yang jauh dari aktivitas manusia. Disamping itu, jangkrik juga sangat suka dengan suasana yang gelap. Maka, tentukan tempat yang sekiranya bisa dimasuki oleh cahaya yang tidak terlalu terang.

Syarat pemilihan lokasi budidaya ternak jangkrik ialah sebagai berikut:

  1. Lokasi yang dijadikan sebagai proses pemeliharaan harus tenang, jauh dari berbagai aktivitas manusia seperti pasar, jalan raya, serta kondisinya teduh.
  2. Apabila lokasinya di dalam ruangan, sebaiknya tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.
  3. Jauhkan dari kandang ayam atau hewan lain yang mengganggu.
  4. Hindarkan dari berbagai ancaman predator seperti semut, cicak, tokek, dan tikus meskipun hal ini masih dapat diminimalisir.

Pembuatan Kandang Ternak Jangkrik

Setelah menentukan lokasi yang baik selanjutnya adalah membuat kandang ternak jangkrik. Pada tahap ke dua ini, buatlah kandang jangkrik koloni dengan ukuran yang sederhana. Artinya, tidak terlalu kecil namun juga tidak terlalu besar supaya bisa ditempatkan di lahan sempit. Kalian bisa membuatnya di dalam atau di belakang rumah, maupun bekas kamar yang dijadikan sebagai gudang. Akan tetapi, kalian harus memenuhi kriteria dalam pembuatan kandang jangkrik tersebut.

Saat ini, pemeliharaan jangkrik sudah bisa dipelihara secara modern. Kenapa?, karena kalian bisa ternak jangkrik di kardus. Dengan memanfaatkan kardus bekas seperti bekas pengepakan mie instan, kemasan kopi, atau kardus pengepakan barang elektronik. Selain mudah biaya yang dikeluarkan juga sangat murah. Selain menggunakan kardus, Kandang jangkrik bisa dibuat dengan menggunakan triplek. Meskipun agak mahal, tapi mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Ukuran kandang jangkrik yang baik dan ideal yaitu berukuran 100 cm, 60 cm, 35 cm (p x l x t). Sedangkan tinggi kaki dari lantai hingga alas kandang setinggi 10 cm. Pada masing-masing kaki kandang diberi gelas plastik atau potongan botol bekas kemudian diisi dengan oli motor. Tujuan diberi oli tersebut ialah untuk menghindari ancaman dari serangan semut atau predator lainnya. Selanjutnya, pasang lakban / solatip diujung bibir kandang supaya jangkrik tidak bisa pergi keluar dari dalam kandang.

Ada beberapa syarat pembuatan kandang ternak jangkrik yang harus dipenuhi, diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Terbuat dari bahan yang tahan terhadap air misalnya triplek, papan, kasibot, dan lain-lain.
  2. Terdapat lubang sebagai sirkulasi udara untuk penyesuaian suhu ruangan.
  3. Cahaya yang masuk ke dalam kandang tidka terlalu terang.

Media Jangkrik Tetap Hidup

Jangkrik tidak jauh berbeda dengan kecoa yang biasa kalian jumpai. Ia suka berada ditempat yang lembab, juga gelap. Nah untuk membuatnya biar seperti berada di alam bebas, perlu ditambahkan media hidup ke dalam kandang jangkrik. Media tersebut bisa menggunakan egg tray (tempat telur) yang banyak dijumpai pada peternakan ayam petelur.

Manfaat Egg tray bagi jangkrik adalah untuk tempat bermain, bersembunyi hingga tidur. Dibagian sela-sela antara egg tray inilah jangkrik hidup, bertelur, hingga dilakukan proses pemanenan nantinya. Sebelum egg tray digunakan untuk media hidup jangkrik, sucihakanan terlebih dahulu agar jangkrik terhindar dari serangan penyakit. Caranya ialah dengan menjemur egg tray selama 6 jam terlebih dahulu. Dengan estimasi waktu tersebut diharapkan bakteri, kuman dan penyakit yang ada sudah mati semuanya.

Baca Juga : Cara Beternak Jalak Suren Sederhana Bagi Pemula

Pemilihan Bibit Ternak Jangkrik

Cara budidaya jangkrik yang selanjutnya adalah memilih bibit jangkrik yang bagus karna akan dijadikan sebagai indukan. Oleh sebab itu jangkrik yang dipilih harus dalam keadaan sehat serta tidak cacat. Tanda-tanda jangkrik yang memiliki keadaan sehat bisa dilihat dari pergerakannya yang aktif. Sedangkan untuk menentukan yang tidak cacat bisa dilihat melalui keutuhan sungut serta kakinya tidak patah.

Seperti yang dikatakan di atas bahwasanya jangkrik yang baik diusahakan diperoleh dari alam bebas. Alasannya ialah supaya memiliki ketahanan tubuh yang lebih kuat. Dengan kondisi tubuh yang seperti itu maka ada kemungkinan ternak bisa kawin secara cepat. Lalu bagaimana cara untuk mendapatkan jangkrik dari alam bebas?. Caranya cukup mudah yaitu dengan mengintai salah satu dari mereka yang memiliki suara paling keras. Sebab ternak jangkrik seperti itu biasanya memiliki jenis kelamin jantan. Nah untuk yang betina, kalian cukup membelinya pada peternak yang sudah lama melakukan budidaya jangkrik.

Apabila membeli ditempat budidaya kalian harus memperhatikan perbedaan jangkrik jantan dan betina. Ciri-ciri antara induk jangkrik jantan dan betina dapat dilihat berdasarkan tanda-tanda berikut ini.

Induk jangkrik jantan

  1. Memiliki tubuh yang lebih besar dibandingkan jangkrik berina.
  2. Bentuk kepala bulat dan besar.
  3. Induk jangkrik pejantan biasanya memiliki suara yang keras dan lebih bagus.
  4. Kondisi permukaan tubuhnya memiliki tekstur yang kasar.
  5. Sayap atau punggung bergelombang.
  6. Tidak memiliki ovipositor di bagian ekornya.

Induk jangkrik betina

  1. Bentuk tubuh relatif lebih kecil.
  2. Warna tubuh yang dimiliki jangkrik betina lebih hitam dan mengkilap.
  3. Bentuk kepala lebih kecil.
  4. Bentuk tubuh bagian belakang (perut) lebih besar.
  5. Kondisi tubuh lebih halus.
  6.  Ketika dipegang mampu mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya.
  7. Memiliki ovipositor di bagian ekornya.

Cara Mengawinkan Jangkrik

Apabila sudah menemukan ternak jangkrik jantan dan betina maka langkah selanjutnya adalah mengawinkan jangkrik. Namun sebelum dikawinkan, harus melalui proses penjodohan terlebih dahulu. Caranya sukup mudah, kalian cukup memasukkan jangkrik jantan dan betina yang sudah memiliki umur 15-20 hari ditempat yang sama. Perbandingannya tidak ada batasan namun jumlah pejantan harus lebih sedikit (perbanyak jumlah betinanya).

Masukkan pula nampan yang sudah diisi dengan pasir atau tanah ke dalam kandang penjodohan jankrik. Media tersebut digunakan sebagai tempat bertelur jangkrik betina yang sudah siap bertelur. Apabila sudah ada telur jangkrik pada sarang jangkrik tersebut, biarkan saja hingga akhirnya menetas. Jika alian meras tidak bisa mengawinkan jangkrik kami sarankan agar membeli telur jangkrik yang sudah siap ditetaskan. Kalian bisa mendapatkannya secara online maupun offline dengan membelinya ditempat pembudidayaan jangkrik.

Makanan Jangkrik

Pemberian pakan jangkrik merupakan tindakan yang sangat penting. Sebab, biar bagaimanapun juga jangkrik termasuk makhluk hidup yang membutuhkan makanan untuk keberlangsungan hidupnya. Ada baiknya kalian memberi pakan sesaat sebelum memasukkan jangkrik ke dalam kandang. Supaya ketika sudah di dalam kandang, jangkrik bisa langsung menyesuaikan dengan pakan yang kalian berikan.

Jenis pakan yang diberikan untuk induk dan anakan jankrik berbeda. Ketika masih anakan, kalian bisa memberinya makanan berupa voer yang terbuat dari racikan kedelai, beras merah, dan jagung kering yang sudah diubah menjadi tepung. Namun bagi induk jangkrik bisa diberi makanan berupa sayur-sayuran seperti kangkung, kol, serta jangung yang masih muda. Frekuensi pemberian makanan jangkrik dilakukan fleksibel saja. Jika terlihat hamir habis, segera beri lagi dan jangan sampai kehabisan.

Ada makanan tentu ada minuman. Untuk itu, air minum yang bagus untuk jangkrik berupa larutan gula merah. Hal ini dikarenakan manfaat gula merah adalah sebagai penambah tenaga serta mengganti cairan tubuh yang hilang.

Keuntungan Dan Kerugian Ternak Jangkrik

Peluang usaha ternak jangkrik masih sangat menjanikan. Hal ini ditunjukkan dengan keuntungan yang diperoleh ketika proses pemanenan jangkrik hasil budidaya. Ada 2 hasil utama yang dapat diperoleh oleh peternak, yaitu: produk telur jangrik yang bisa dijual kepada peternak lainnya. Sedangkan yang kedua ialah penjualan jangkrik dewasa yang dimanfaatkan sebagai pakan burung, pakan ikan serta dijadikan tepung jangkrik. Menarik bukan?

Selain keuntungan yang dijelaskan di atas, juga bisa dilihat berdasarkan perhitungan analisis ekonomi. Berikut ini contoh perkiraan analisis usaha budidaya jangkrik yang kami peroleh dari beberapa sumber.

Biaya produksi selama 1 periode

Biaya Tidak Tetap Rupiah (Rp)
Pembelian Induk Jantan 1.000 ekor @ Rp.700,- 700.000,-
Pembelian Induk Betina 5.000 ekor @ Rp. 500,- 2.500.000,-
Belanja Makanan dan Vitamin  200.000,-
Upah Tenaga Kerja 60 HOK @ Rp. 10.000,- 600.000,-
Biaya Tetap
Suku Bunga modal Investasi 20 % per tahun 118.916,67
Suku Bunga biaya tidak tetap 20 % per tahun 133.333,33
Biaya Penyusutan kotak 38.583,33
Biaya Penyusutan alat 7.875,-
Anggaran Pemeliharaan kotak + alat 5 % per tahun 2.322,92
Biaya Sewa Lokasi 250.000,-
Biaya pengeluaran Listrik 50.000,-
Jumlah Kumulatif biaya produksi Rp. 4.601.031,25,-
Total Pendapatan 830 sdm @ Rp. 10.000,- Rp. 8.300.000,-
Total Keuntungan Rp. 3.698.968,75

Berdasarkan hitungan di atas, nilai keuntungan ternak jangkrik sebesar Rp. 3.698.968,75. Jumlah tersebut sudah bersih karena sudah dibandingkan antara biaya tetap, biaya tidak tetap, dan total pendapatan selama 1 periode. Perhitungan tersebut didaparkan dari peternak yang mencoba budidaya jangkrik sebanyak 10 kotak/kandang. Jika di amati, hampir tidak ada kerugian yang dialami di dalam budidaya ternak jangkrik. Paling kerugiannya adalah kalian tidak mencoba untuk melakukan peluang usaha jangkrik ini. hehe

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan kami mengenai cara ternak jangkrik bahwa bisnis ini masih sangat terbuka lebar. Khususnya bagi pemula, ibu rumah tangga, pelajar, karyawan, ataupun pensiun usaha ini sangatlah cocok. Apabila artikel ini bermanfaat, sampaikan kepada teman dan kerabat terdekat yang ada disekitar kalian. Selamat mencobanya dan semoga sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *