Cara Mengawinkan Ikan Cupang
Cara Mengawinkan Ikan Cupang

Cara Mengawinkan Ikan Cupang Dengan Mudah Agar Cepat Bertelur

Posted on
Cara Mengawinkan Ikan Cupang
Perkawinan Ikan Cupang

Cara mengawinkan ikan cupang dengan mudah agar cepat bertelur dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yang paling penting adalah membedakan cupang jantan dan betina. Teknik mengawinkan ikan cupang tidak sesulit yang dipikirkan. Ada berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum memulainya. Kalian hanya memerlukan waktu, pengetahuan, serta kesabaran dan juga komitmen agar bisa mengawinkan ternak ikan cupang. Selain itu, sebuah alasan untuk mengembangbiakkan ikan yang satu ini juga harus dipertimbangkan.

Setelah menentukan alasan mengembangbiakkan ikan cupang, selanjutnya pahamilah ciri ciri ikan cupang betina siap kawin agar cepat bertelur. Hal seperti itu penting untuk diperhatikan untuk menghindari penjodohan ikan cupang dengan jenis kelamin yang sama. Pada kesempatan kali ini kami akan menyampaikan berbagai hal yang masih menjadi persoalan. Misalnya seperti berapa lama ikan cupang bisa dikawinkan lagi.

Cara Mengawinkan Ikan Cupang

Ikan cupang merupakan jenis ikan tawar yang mampu memproduksi telurnya hingga ratusan bahkan ribuan. Hal ini cocok bagi pemula yang ingin memulai bisnis dengan menjadi pemasok ke toko ikan, atau hanya sebagai hobi. Untuk bisa menjalani usaha tersebut, kalian hanya perlu memperbanyak ikan cupang dengan cara mengawinkannya melalui tahapan di bawah ini:

Memilih jenis ikan cupang

Prosedur yang harus dilakukan pertama kali ialah dengan memilih jenis ikan cupang yang berkualitas. Apabila tujuan utama dalam mengembangbiakkan ikan cupang sebagai ladang penghasilan, maka pilihlah jenis ikan cupang yang paling disukai oleh manusia. Biasanya cupang yang banyak disukai memiliki bentuk yang unik, dan memiliki harga yang tidak terlalu mahal. Jadi untuk apa kalian memelihara ikan cupang dengan harg termahala di dunia?. Hal tersebut tidak mungkin terjangkau oleh pangsa pasar kecuali bagi pehobi ikan hias.

Ikan cupang pada umumnya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu ikan cupang hias dan ikan cupang adu atau aduan. Masing-masing jenis ikan cupang tersebut memiliki perbedaan. Agar bisa membedakannya, kami sudah menjelaskan mengenai perbedaan ikan cupang hias dan aduan yang baik.

Seleksi induk ikan cupang

Cara mengawinkan ikan cupang yang selanjutnya dilakukan melalui proses seleksi induk ikan cupang. Setelah memilih jenis ikan cupang baik itu cupang hias dan aduan, selanjutnya pilihlah induk ikan cupang yang berkualitas. Untuk itu pilihlah umur induk ikan cupang siap kawin, yaitu sekitar 1,3-1,5 tahun dengan ukuran tubuh yang ideal sekitar 3,5-4cm. Kemudian, pilihlah bentuk tubuh induk pejantan dengan ukuran lebih besar daripada induk bentina.

Pastikan bahwa kondisi fisik ikan cupang yang bagus, yang ditandai dengan tidak adanya cacat disekujur tubuhnya. Selain tidak adanya cacat fisi, juga harus memiliki warna yang cerah sebagai tanda bahwa indukan dalam keadaan tidak stres. Pilihlah induk yang mempunyai insang baik tanpa adanya pembengkakan yang terlihat. Nah, jika ingin mendapatkan induk yang berkualitas, belilah pada toko ikan yang memiliki reputasi baik. Ciri-ciri induk ikan cupang yang baik dapat kalian tanyakan kepada petugas toko tersebut. Cari tahu juga informasi mengenai sifat genetik ikan cupang yang hendak kalian beli.

Persiapan wadah

Wadah yang biasa digunakan sebagai media ketika mengawinkan ikan cupang ialah bisa toples, aquarium, sterofoam, baskom, dan kolam kecil lainnya. Setelah wadah tersebut dipersiapkan dan sebelum diisi air, siapkanlah daun ketapang. Manfaat daun ketapang untuk ikan cupang ialah untuk menjaga kesehatan telur dan burayak cupang nantinya. Caranya yaitu dengan merebus daun ketapang yang masih segar baik itu kondisi muda ataupun tua.

Kenapa memilih daun ketapang yang masih segar?. Sebab, daun yang masih segar ketika direbus akan mengeluarkan zat zat yang terkandung di dalam daun tersebut. Zat yang terkanung contohnya adalah tanin. Nah tanin inilah yang berfungsi mampu menurunkan pH air sehingga mampu dijadikan sebagai anti jamur dan anti bakteri. Disamping itu, manfaat dari daun ketapang juga mampu merawat telur serta burayak ikan cupang dari serangan bakteri.

Menjodohkan ikan cupang

Ikan cupang merupakan jenis ikan yang sangat suka berkelahi. Ia akan menunjukkan keberaniannya ketika dirinya dan daerah kekuasaannya terancam. Karenanya, proses menjodohkan ikan cupang perlu adanya teknik khusus yang harus diperhatikan. Cara mengawinkan ikan cupang hendaknya diawali dengan menjodohkan ikan cupang. Sebab jika tidak dijodohkan terlebih dahulu, kemungkinan besar bila disatukan dalam satu wadah mereka akan berkelahi. Oleh karena itu perlu dilakukan cara mencodohkan ikan cupang melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Masukkan induk jantan dan betina ke dalam wadah yang terpisah.
  2. Dekatkanlah kedua wadah yang berisi induk jantan dan betina tersebut
  3. Jauhkan dari keraaian aktivitas manusia, serta jauhkan dari terik matahari secara langsung
  4. Biarkanlah selama 1 hari 1 malam
  5. Apabila sudah tidak menunjukkan agresifitas, satukanlah induk jantan dan betina ke dalam satu wadah
  6. Apabila masih berkelahi, gantilah dengan induk betina lainnya, lakukan dengan cara yang sama
  7. Induk jantan dan betina akan menjadi sepasang jodoh apabila mereka tidak saling berkelahi.

Biasanya ketika sudah saling jodoh, mereka akan berenang saling mengelilingi satu sama lain. Sebagai bukti bahwa antara jantan dan betina memiliki ketertarikan untuk melakukan proses kawin. Itulah teknik atau cara agar ikan cupang cepat jodoh.

Proses perkawinan

Setelah melakukan melakukan proses perjodohan ikan cupang, selanjutnya ialah cara mengawinkan ikan cupang. Caranya dengan memperhatikan tingkah laku yang ditimbulkan oleh ikan cupang. Namun sebelumnya, berilah tanaman air ke dalam wadah yang dijadikan kolam perjodohan. Tanaman yang dipakai boleh menggunakan azola. Fungsi pemberian tanaman ini sebagai tempat berlindung telur yang diproduksi oleh induk betina. Akan tetapi pemberian tanaman air tidak boleh terlalu banyak karena akan menghambat sirkulasi oksigen dalam kolam.

Apabila kolam perjodohan sudah disiapkan, masukkan induk pejantan terlebih dahulu. Biarkan selama satu malam atau hingga induk tersebut mengeluarkan gelembung sebagai tanda bahwa sudah siap kawin. Selain berfungsi sebagai tanda, gelembung tersebut juga digunakan untuk melindungi telur ikan cupang. Jika sudah siap, masukkan induk betina kedalam kolam yang berisi pejantan.

Tanda tanda terjadi kawin pada ikan cupang dapat dilihat melalui tingkah laku mereka yang akan saling berpelukan. Nah pada saat inilah induk betina akan mengeluarkan telurnya ke bawah. Biasanya cupang pejantan akan mengambil telur tersebut kemudian menaruhnya pada gelembung yang sudah diproduksi sebelumnya oleh induk pejantan. Induk betina akan mengeluarkan telurnya dengan jumlah ratusan hingga ribuan.

Lalu, berapa lama ikan cupang bisa dikawinkan lagi?. Biasanya pejantan bisa dikawinkan lagi setelah 1 minggu proses perkawinan. Namun untuk betina, kalian bisa mengawinkannya kembali setelah 3-4 minggu kemudian. Jika dipaksakan, maka betina akan marah. Nah jika marah apa kalian mau terjadi kekerasan dalam rumah tangga mereka?. tidak kan… hehe

Sesaat setelah selesai mengeluarkan telurnya, angkatlah induk betina untuk menghindari telur dimakan olehnya. Biarkan induk pejantan tetap berada pada wadah perkawinan karena ia akan menjaga anaknya hingga menetas nanti. Selama proses penjagaan telur-telurnya, berikan makanan pada induk pejantan berupa cacing sutra. Kalian  isa mendapatkannya dengan membeli ditempat penyedia cacing sutra atau mencarinya di sungai. Supaya tetap terjaga ketersediaannya kalian bisa melakukan proses budidaya cacing sutra tanpa lumpur secara modern bagi pemula.

Penanganan anakan ikan cupang

Cara mengawinkan ikan cupang yang terakhir adalah penanganan anakan ikan cupang. Hal yang harus kalian ketahui bahwa telur ikan cupang bisa menetas dalam waktu yang sangat cepat. Biasanya setelah sekitar 3 hari, kalian akan melihat beberapa burayak atau larva ikan cupang yang keluar dari gelembung. Apabila terjadi sepert itu, segeralah keluarkan induk ikan cupang pejantan dari dalam kolam atau wadah perkawinan.

Makanan untuk anakan ikan cupang bisa berupa kutu air. Frekuensi pemberiannya bisa diberikan sebanyak 2 kali sehari. Jumlah takaran pakan ikan cupang ketika masih anakan sebaiknya tidak terlalu banyak karena untuk menghindari kematian. Saat anakan ikan cupang umur 1 minggu sudah bisa diganti dengan menggunakan cacing sutra.

Pengaturan kolam anakan ikan cupang juga perlu diatur suaya kondisinya tetap terjaga. Usahakan suhu air dalam kolam yang ideal tetap terjaga, yaitu sekitar 26 derajat celcius (suhu ruang). Apabila sudah tumbuh besar, pindahkan anak cupang ke dalam wadah lainnya. Tambahkan juga jumlah makanan yang diberikan dari biasanya. Kontrollah kondisi air dalam kolam, sebab pada minggu pertama anakan cupang tidak kuat terhadap kondisi air yang terlalu buruk.

Ganti makanan cupang saat sudah berumur satu bulan. Makanan ikan cupang umur 1 bulan bisa dengan memberinya pelet. Nah, pakan pelet untuk ikan cupang ini mampu mempercepat pertumbuhan cupang. Selanjutnya apabila sudah berumur 5-8 minggu, kalian sudah bisa mensortir antara cupang jantan dan betina. Lalu bagaimana teknik membedakan ikan cupang jantan dan betina?. Nah, untuk itu kalian bisa membacanya mengenai Cara Membedakan Cupang Jantan Dan Betina Dengan Mudah.

Demikianlah pembahasan cara mengawinkan ikan cupang dengan mudah agar cepat bertelur yang dapat kami sampaikan. Teknik yang sudah kami jelaskan di atas sangat cocok bagi yang menginginkan usaha dibidang pembibitan ikan cupang. Semoga bisa menjadi referensi bagi kalian semua khususnya peternak pemula. Selamat mencobanya, semoga berhasil dan salam sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *